Tampilkan postingan dengan label alam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label alam. Tampilkan semua postingan
Rabu, 05 Februari 2014
‘Saya nak ke alam ghaib’
Kuala Selangor: “Saya nak ke alam ghaib dan syurga,” itu antara kata-kata yang sering diungkapkan seorang lelaki yang mengalami kemurungan sebelum dilaporkan hilang dari rumahnya sejak jam 3 petang, Sabtu lalu.
Mangsa, Rofiei Khalid, 59, dilaporkan hilang dari rumahnya di Puncak Alam Fasa Tiga, di sini, dipercayai menuju ke kawasan hutan yang terletak kira-kira satu kilometer dari rumahnya.
Namun, usaha menjejaki mangsa yang dijalankan ahli keluarga serta anggota bomba dari Balai Bomba dan Penyelamat Bestari Jaya dan Jabatan Pertahanan Awam Malaysia (JPAM) Klang masih buntu kerana gagal mengesan atau mendapat apa-apa petunjuk.
Difahamkan, Rofiei yang juga pesara kerajaan cuba masuk ke kawasan hutan berkenaan pada Rabu lalu, namun tindakannya itu dihalang seorang lelaki yang berada tidak jauh dari kawasan itu sebelum diserahkan kepada keluarganya.

PENDUDUK turut sama mencari Rofiei (gambar kecil) di dalam hutan.
Isteri mangsa, Misnah Yahya, 52, berkata, suaminya mengalami masalah kemurungan sejak 2006 dan sembuh pada 2011, namun penyakitnya datang kembali pada penghujung 2011 sehingga kini.
Beliau berkata, suaminya dipercayai sering masuk ke kawasan hutan berhampiran rumah mereka seorang diri berdasarkan kesan lumpur pada kasut yang dipakai dan sudah beberapa kali hilang dari rumah, namun berjaya ditemui di kawasan gelap berhampiran rumah.
“Apabila ditanya tujuan dia masuk ke hutan, dia kata mahu masuk ke alam ghaib dan syurga,” katanya ketika ditemui Harian Metro, semalam.
“Kali terakhir suami dilihat cuba masuk ke hutan berkenaan pada Rabu lalu namun berjaya dihalang seorang lelaki yang berada tidak jauh dari kawasan itu sebelum dihantar pulang ke surau berhampiran,” katanya sewaktu ditemui Harian Metro, semalam.
Katanya, dia dan ahli keluarga serta jiran sudah berusaha mencari suaminya di kawasan berhampiran, namun masih gagal menemuinya sehingga kini.
Beliau bersama tujuh anaknya kini bimbangkan keselamatan suaminya yang turut mengidap penyakit kencing manis dan bergantung kepada ubat untuk mengawal kemurungannya.
Misnah berkata, dia berharap suaminya itu ditemui segera dalam keadaan selamat kerana suaminya tidak membawa wang dan dokumen pengenalan diri ketika keluar.
Sementara itu, Ketua Balai Bomba dan Penyelamat Bestari Jaya Jumaat Muskim berkata, pihaknya menerima panggilan memaklumkan kehilangan Rofiei pada jam 10.25 pagi semalam.
Menurutnya, sejurus menerima maklumat, sepasukan lapan pegawai bersama anggota dikejarkan ke kawasan hutan berhampiran Puncak Alam Fasa Tiga untuk mencari mangsa.
“Setakat jam 2 petang semalam, mangsa masih belum ditemui dan operasi mencari akan diteruskan menggunakan khidmat pasukan Anjing Pengesan dari Jabatan Bomba dan Penyelamat Selangor,” katanya.
Jumat, 29 November 2013
Mitos Alam Sebagai Peringatan Bencana
Bencana alam seperi Tsunami, Banjir, Gunung Meletus, dan Longsor merupakan kejadian Alam yang tidak bisa diprediksikan sebelumnya. Laut yang tenang bisa dengan sekejab menjadi gelombang pembunuh yang siap menghancurkan apa saja yang didepannya, demikian pula dengan Gunung , sungai dan berbukitan yang Indah, semua bisa dengan sekejab mata menjadi "malaikat maut" bagi kehidupan disekitarnya.

Tetapi tahukah anda, bahwa sebelum terjadi suatu Bencana Alam, Alam telah memberikan tanda-tanda terutama kepada manusia bahwa akan terjadi bencana alam tersebut. Pada zama pra sejarah , jauh dari peradaban teknologi dan penemuan-penemuan mengenai sistem bencana terpadu, mereka menggunakan peringatan Alam sebagai satu-satunya alat untuk mengetahui kapan bencana itu akan datang. Bukan hanya untuk mengetahui atau memprediksi sebuah bencana, mereka juga menggunakan petunjuk alam sebagai sarana lain, seperti kapan waktunya bertani, kapan datangnya musim kemarau dan hujan, serta kapan waktu yang tepat untuk pergi melaut dan menangkap Ikan.
Cerita tentang Mitos Alam ini juga pernah saya dengar dari "nenek" saat masih kecil. Saat itu tidak ada dalam pikiran saya untuk mengerti apa yang "nenek" sampaikan, saya hanya anggap sebagai cerita sebelum saya tidur malam, tetapi sekarang saya teringat kembali dan menyimpulkan mungkin ada benarnya juga. Karena cerita "Nenek" tersebut sama seperti kisah yang pernah disampaikan oleh beberapa orang yang daerah nya terkena Bencana, seperti Tsunami Aceh , gempa Bengkulu dan beberapa tempat lainnya.
Dan Inilah 7 Mitos Atau Peringatan Alam Jika Akan terjadi Bencana Alam
1. Ayam Kampung yang tidak mau bertelur dalam waktu yang lama

Siapa yang tidak kenal Ayam Kampung konon Kuning telurnya membawa khasiat untuk kebugaran tubuh, Mitos masyarakat kuno mengatakan jika Ayam kampung sudah tidak mau bertelur pada waktunya dan setiap malam mengeluarkan suara gaduh seperti "Ayam hendak Kawin" atau "Ayam yang sedang berkelahi" maka dipercayai bahwa akan terjadi sebuah bencana di daerah tersebut.
2. Kumpulan Burung Laut yang terbang rendah ke menjauh ke arah daratan yang terdalam

Burung Laut, sekumpulan burung laut biasanya terbang berkelompok diatas permukaan laut dan kemudian berhenti di bibir-bibir pantai atau lembah-lebah disekitar pantai, Mitos Mesir kuno jika sekumpulan burung laut berwarna Hitam terbang dalam jumlah yang besar menuju jauh ke daratan melewati pemukiman dan pantai , itu menandakan akan terjadi Bencana Besar berupa Gelombang Laut yang sangat besar.
3. Petir disiang hari yang cerah

Mitos tentang Petir yang meyambar disiang hari yang cerah tanpa awan mendung ini berasal dari Mitos suku-suku lama Sumatera dan Melayu, ada dua anggapan tentang hal ini, yang pertama akan ada tokoh masyarakat yang berpulang ketangan Ilahi, atau akan datang bencana besar didaerah tersebut
4. Hewan Tengah Laut terlihat di dekat pantai
Mitos tentang hewan tengah laut yang berada di dekat pantai ini, merupakan mitos masyarakat romawi kuno. mereka beranggapan jika melihat sekumpulan Paus, atau Hiu , mendekat ke bibir pantai atau dekat dengan pantai itu tanda-tanda akan terjadi bencana, tetapi berbeda dengan Mitos bangsa Australia Kuno, yang dimaksud binatang laut itu adalah sekelompok Lumba-lumba dalam jumlah banyak berkeliaran di dekat pantai dan mengeluarkan suara-suara yang membentuk pola nada yang menyedihkan mereka mempercayai itu merupakan peringatan akan terjadi bencana
5. Kera tidak mau berada di pohon

Kera binatang yang identik dengan pohon, dan selalu berada diatas, jarang untuk turun jika turunhanya sebatas mencari makan jika pohon tidak dapat lagi diandalkan, tetapi jika kera sudah tidak lagi berada dipohon dalam waktu tertentu dan selalu berteriak-teriak pada malam hari , dinyakini sebagian suku di sumatera itu merupakan pertanda akan terjadi bencana
6. Kumpulan semut berjalan beriringan menjauh dari habitan nya
Bukanlah hal yang aneh jika melihat semut berjalan beriringan, karena semut merupakan salah satu binatang yang menjunjung tinggi rasa persaudaraan, tetapi bagaimana jika semut berjalan beriringan meninggalkan pemukiman penduduk dan menjauh dari habitan nya selama ini, menurut kepercayaan suku kuno di wilayah timur tengah, afrika dan sebagian Asia itu merupakan tanda-tanda akan terjadinya sebuah bencana untuk beberapa waktu kedepan.
7. Sesosok Orang yang telah lama menghilang kembali Muncul

Mitos Munculnya sosok orang yang telah lama menghilang atau telah lama meninggal ini, dipercayai oleh sebagian besar suku-suku di Indonesia. Biasanya sosok ini menyerupai tokoh-tokoh panutan masyarakat dimasa lampau. mereka datang memperingatkan , akan tetapi peringatan biasanya bukan bahwa akan bencana. Sosok misterius ini memperingatkan orang-orang yang berbuat salah untuk kembali kejalan yang benar dan segera bertobat atas perbuatan yang telah dilakukannya. Kemunculan sosok ini tidak serta merta langsung mengingatkan seseorang pada sosok tersebut. Biasanya masyarakat akan ingat tentang siapa sosok tersebut setelah bencana terjadi.
Itulah Mitos Alam sebagai tanda peringatan akan terjadinya Bencana. Mungkin ada benarnya dan juga mungkin ada kekeliruannya, tetapi begitulah orang-orang kuno dulu memprediksikan kapan bencana alam akan datang melalui petunjuk-petunjuk yang telah di berikan alam serta kepercayaan mereka dengan takdir yang telah di tentukan oleh Sang Pencipta.
Baca juga Pelukan Cinta Sang Ibu
sumber:http://portalunique.blogspot.com/2011/09/7-mitos-alam-sebagai-tanda-peringatan.html
Label:
alam,
bencana,
mitos,
peringatan,
sebagai
Langganan:
Postingan (Atom)