Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label indonesia. Tampilkan semua postingan

Senin, 10 Maret 2014

Mobil Melegenda Segera Lahir di Indonesia





Hachi-Roku atau 86 adalah angka yang memiliki arti khusus bagi pecinta sportscar di dunia. Angka yang lahir dari mobil keluaran Toyota AE-86 ini tetap lestari hingga sekarang.  AE-86  adalah generasi ke 3 dari sosok sportscar yang fun to drive dari Toyota. Sejarah 50 tahun itu dimulai dari kemunculan Sports800 di Tokyo Motor Show 1962 dan diikuti 2000GT tiga tahun kemudian di ajang yang sama. Selain dari desainnya yang mampu memikat banyak orang, Sports 800 memiliki daya pikat dari sisi mesinnya. Angka 800 melambangkan kapasitas silinder yang dimilikinya, 790 cc. Sedangkan untuk Mobil 2000GT yang  sempat digunakan sebagai mobil jagoan agent 007 di film "You only live twice"ini lebih menguatkan kesan sportscarnya dengan bentuk spatbor yang lebih menggelembung dan bentuknya yang lebih lebar dari kakaknya, Sports800. Dari sisi mesinnya, 2000GT melalui unit 2.0 liter 6 Silinder DOHC menunjukkan kalo Toyota pantas disebut produsen sportscar sejati.
Toyota AE-86

Dua dekade setelah kemunculan 2000GT yang penuh sensasi itu, para desainer Toyota membangkitkan kembali legenda sportscar Toyota dalam wujud AE86. AE86 merupakan generasi terakhir dari keluarga besar Corolla yang masih menggunakan penggerak roda belakang ( RWD, Rear Wheel Drive ). Nama AE86 yang legendaris ini pun ternyata banyak menggunakan nama lain yang resmi juga seperti Corolla Levin, dan Sprinter Trueno untuk di Jepang, dikenal sebagai Corolla GTS di Amerika dan sebagai Corolla GT Coupe di Eropa.  Kode A di AE86 ini adalah huruf kode pemakaian mesin berkode 4A series. Untuk E di AE86 adalah identitas kode bodi untuk Corolla. Sedangkan angka 86 merupakan representasi kode global untuk Corolla generasi kelima dan juga penanda nomor varian. Di Negaranya sendiri, kadang AE 86 disebut juga Hachi-Roku yang berarti "Delapan Enam". Sosok AE 86 ini pun semakin dikenal dan dilestarikan melalui serial manga "Initial D" yang mendapat reaksi sangat positif dari anak muda di tahun 1995.

Selain dari sisi nama AE86 yang melegenda dan disegani, dari sisi dunia motorsport pun AE86 tampil sangat kompetitif di ajang akang bergengsi seperti di balap turing, reli dan drifting. Bahkan 30 tahun semenjak diluncurkan pertama kali di tahun 1982, AE86 masih dapat memperlihatkan kemampuan maksimalnya di ajang Drift Internasional.

Dari semua warisan tradisi dan image yang telah begitu melekat dengan AE86 sebagai sportscar yang sangat fun to drive inilah yang menginisiasi para engineer Toyota untuk mengembangkan sportscar generasi berikutnya. Keunggulan dari pendahulunya yang berbodi ringan, berpenggerak roda belakang serta experience drive yang mengusung unsur fun to drive tetap dipertahankan dan diwujudkan  dengan sempurna dalam sebuah mobil generasi terbaru bernama Toyota 86.


 
Toyota 86
Perjalanan pengembangan Toyota 86 ini sampai siap dilempar ke pasar pun melalui beberapa tahap yang cukup panjang dan alot. Semua itu dilakukan untuk mencapai kesempurnaan dari sebuah sportscar berpenggerak roda belakang yang mengusung konsep fun to drive ini. Penampilan perdana generasi baru dari AE 86 ini yang masih berbentuk prototype yang diberi nama FT-86 Concept. "FT" sendiri merupakan singakatan dari Future Toyota. Concept car FT-86 ini hadir pertama kali dengan sangat eye catching menggunakan warna Shou-jyouhi Red yang terinspirasi dari warna wajah Nihonzaru atau monyet Jepang yang unik. Penampilan kedua mobil ini terjadi pada Tokyo Auto Salon 2012 dengan nama FT-86 G Sports Concept dimana saat itu unit ini mengalami banyak peningkatan dari sisi penampilan dan performa dapur pacunya. Pengembangan berikutnya kembali terjadi dengan mengusung nama Toyota FT-86 II Concept. Pada pengembangan terakhir ini, FT-86 II Concept mengalami perubahan yang signifikan dari sisi desainnya yang lebih lebar dengan lekuk yang lebih agresif. Setelah tahap pengembangan akhir inilah, FT-86 yang  banyak melalui penyempurnaan di tampilkan pada saat Tokyo Motor Show 2011 dalam sebuah kesempurnaan mobil yang dinamai Toyota 86.
ReadFull Article ..

Sabtu, 08 Maret 2014

10 Uang Koin Langka di Indonesia

1.Rp.2000

Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/ Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 2.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
Penerbitan : 17 August 1970
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 4,93 gram
- Tebal : -
- Diameter : 18,00 mm

2. Rp.5000

Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/ Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 5.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 17 August 1970
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 12,43 gram
- Tebal : -
- Diameter : 30,00 mm

3.Rp.10.000

Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/ Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 10.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 17 August 1970
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 24,68 gram
- Tebal : -
- Diameter : 40,00 mm

4.Rp.20.000

Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/ Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 20.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 17 August 1970
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 49,37 gram
- Tebal : -
- Diameter : 50,00 mm

5. Rp.25.000

Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Emisi 1970
Seri/ Emisi : Emisi 1970
Pecahan : Rp 25.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 17 August 1970
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 61,71 gram
- Tebal : -
- Diameter : 55,00 mm

6. Rp.100.000

Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Cagar Alam/1974
Seri/ Emisi : Seri Cagar Alam/1974
Pecahan : Rp 100.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 01 October 1974
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 33,347 gram
- Tebal : 2,49 mm
- Diameter : 34,00 mm

7.Rp.150.000

Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri For The Children Of The World
Seri/ Emisi : Seri For The Children Of The World
Pecahan : Rp 150.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 31 January 2000
- Penarikan : -
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning

Ukuran
- Berat : 6,22 gram
- Tebal : -
- Diameter : 22,00 mm

8.Rp.200.000

Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Cagar Alam/1987
Seri/ Emisi : Seri Cagar Alam/1987
Pecahan : Rp 200.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 01 October 1987
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning
Ukuran
- Berat : 10,00 gram
- Tebal : -
- Diameter : 25,00 mm

9.Rp.300.000

Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Demokrasi/1995
Seri/ Emisi : Seri Demokrasi/1995
Pecahan : Rp 300.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 16 August 1995
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning

Ukuran
- Berat : 17,00 gram
- Tebal : 1,85 mm
- Diameter : 25,00 mm

10.Rp.850.000

Nama Uang : Uang Logam Khusus Bank Indonesia Seri Presiden RI/1995
Seri/ Emisi : Seri Presiden RI
Pecahan : Rp 850.000
Jaman/Masa : Jaman RI Kesatuan
Bahan : Emas
Bentuk : Bulat pipih
- Penerbitan : 16 August 1995
Warna Dominan
- Depan : Kuning
- Belakang : Kuning

Ukuran
- Berat : 50,00 gram
- Tebal : 2,78 mm
- Diameter : 35,00 mm


sumber
ReadFull Article ..

Minggu, 29 Desember 2013

10 Teknologi Tinggi Milik Nenek Moyang Bangsa Indonesia


Teknologi Kuno Bangsa Indonesia yang Canggih - Di zaman dahulu kala, para nenek moyang kita sudah menemukan banyak penemuan yang terbilang canggih. Tetapi sayang sekali banyak orang Indonesia sendiri tidak menyadarinya. Kali ini Indonesiatop.blogspot akan menulis beberapa teknologi kuno nenek moyang Indonesia.

1. Borobudur: bukti kecanggihan teknologi dan arsitektur
Borobudur adalah candi yang diperkirakan mulai dibangun sekitar 824 M oleh Raja Mataram bernama Samaratungga dari wangsa Syailendra. Borobudur merupakan bangunan candi yang sangat megah.

Tidak dapat dibayangkan bagaimana nenek moyang kita membangun Borobudur yang demikian berat dapat berdiri kokoh dengan tanpa perlu memakukan ratusan paku bumi untuk mengokohkan pondasinya, tak terbayangkan pula bagaimana batu-batu yang membentuk Borobudur itu dibentuk dan diangkut ke area pembangunan di atas bukit.
Bahkan dengan kecanggihan yang ada pada masa kini, sulit membangun sebuah candi yang mampu menyamai candi Borobudur. Borobudur juga mengadopsi Konsep Fraktal.
Fraktal adalah bentuk geometris yang memiliki elemen-elemen yang mirip dengan bentuknya secara keseluruhan.
Candi borobudur sendiri adalah stupa raksasa yang di dalamnya terdiri dari stupa-stupa lain yang lebih kecil. Terus hingga ketidakberhinggaan. Sungguh mengagumkan nenek moyang kita sudah memiliki pengetahuan seperti itu. Bangunan Candi Borobudur benar-benar bangunan yang luar biasa.


2. Kapal Jung Jawa: Teknologi kapal raksasa
Jauh sebelum Cheng Ho dan Columbus, para penjelajah laut Nusantara sudah melintasi sepertiga bola dunia. Meskipun sejak 500 tahun sebelum Masehi orang-orang China sudah mengembangkan beragam jenis kapal dalam berbagai ukuran, hingga abad VII kecil sekali peran kapal China dalam pelayaran laut lepas.
Dalam catatan perjalanan keagamaan I-Tsing (671-695 M) dari Kanton ke Perguruan Nalanda di India Selatan disebutkan bahwa ia menggunakan kapal Sriwijaya, negeri yang ketika itu menguasai lalu lintas pelayaran di ”Laut Selatan”.
Pelaut Portugis yang menjelajahi samudera pada pertengahan abad ke-16 Diego de Couto dalam buku Da Asia, terbit tahun 1645 menyebutkan, orang Jawa lebih dulu berlayar sampai ke Tanjung Harapan, Afrika, dan Madagaskar.

Ia mendapati penduduk Tanjung Harapan awal abad ke-16 berkulit cokelat seperti orang Jawa. Mereka mengaku keturunan Jawa, kata Couto, sebagaimana dikutip Anthony Reid dalam buku Sejarah Modern Awal Asia Tenggara.

Berdasarkan relief kapal di Candi Borobudur membuktikan bahwa sejak dulu nenek moyang kita telah menguasai teknik pembuatan kapal. Kapal Borobudur telah memainkan peran utama dalam segala hal dalam bahasa Jawa pelayaran, selama ratusan ratus tahun sebelum abad ke-13.

Memasuki abad ke-8 awal, kapal Borobudur digeser oleh Jung besar Jawa, dengan tiga atau empat layar sebagai Jung. Kata Jung digunakan pertama kali dalam perjalanan biksu Odrico jurnal, Jonhan de Marignolli, dan Ibn Battuta berlayar ke Nusantara, awal abad ke-14.
Mereka memuji kehebatan kapal Jawa raksasa sebagai penguasa laut Asia Tenggara. Teknologi pembuatan Jung tak jauh berbeda dari karya kapal Borobudur; seluruh badan kapal dibangun tanpa menggunakan paku.

Disebutkan, jung Nusantara memiliki empat tiang layar, terbuat dari papan berlapis empat serta mampu menahan tembakan meriam kapal-kapal Portugis.

Bobot jung rata-rata sekitar 600 ton, melebihi kapal perang Portugis. Jung terbesar dari Kerajaan Demak bobotnya mencapai 1.000 ton yang digunakan sebagai pengangkut pasukan Nusantara untuk menyerang armada Portugis di Malaka pada 1513. Bisa dikatakan, kapal jung Nusantara ini disandingkan dengan kapal induk di era modern sekarang ini.

 
3. Keris: kecanggihan teknologi penempaan logam
Teknologi logam sudah lama berkembang sejak awal masehi di nusantara. Para empu sudah mengenal berbagai kualitas kekerasan logam. Keris memiliki teknologi penempaan besi yang luar biasa untuk ukuran masyarakat di masa lampau.

Keris dibuat dengan teknik penempaan, bukan dicor. Teknik penempaan disertai pelipatan berguna untuk mencari kemurniaan besi, yang mana pada waktu itu bahan-bahan besi masih komposit dengan materi-materi alam lainnya.

Keris yang mulanya dari lembaran besi yang dilipat-lipat hingga kadang sampai ribuan kali lipatan sepertinya akan tetap senilai dengan prosesnya yang unik, menarik dan sulit. Perkembangan teknologi tempa tersebut mampu menciptakan satu teknik tempa Tosan Aji ( Tosan = besi, Aji = berharga).

Pemilihan akan batu meteorit yang mengandung unsur titanium sebagai bahan keris, juga merupakan penemuan nenek moyang kita yang mengagumkan. Titanium lebih dikenal sebagai bahan terbaik untuk membuat keris karena sifatnya ringan namun sangat kuat.

Kesulitan dalam membuat keris dari bahan titanium adalah titik leburnya yang mencapai 60 ribu derajat celcius, jauh dari titik lebur besi, baja atau nikel yang berkisar 10 ribu derajat celcius.

Titanium ternyata memiliki banyak keunggulan dibandingkan jenis unsur logam lainnya. Unsur titanium itu keras, kuat, ringan, tahan panas, dan juga tahan karat.

Unsur logam titanium baru ditemukan sebagai unsur logam mandiri pada sekitar tahun 1940, dan logam yang kekerasannya melebihi baja namun jauh lebih ringan dari besi. Dalam peradaban modern sekarang, titanium dimanfaatkan orang untuk membuat pelapis hidung pesawat angkasa luar, serta ujung roket dan peluru kendali antar benua.


4. Benteng Keraton Buton: Arsitektur bangunan untuk pertahanan
Di Buton, Sulawesi Tenggara ada Benteng yang dibangun di atas bukit seluas kurang lebih 20,7 hektar. Benteng yang merupakan bekas ibukota Kesultanan Buton ini memiliki bentuk arsitek yang cukup unik, terbuat dari batu kapur.

Benteng yang berbentuk lingkaran ini memiliki panjang keliling 2.740 meter. Benteng ini memiliki 12 pintu gerbang dan 16 pos jaga / kubu pertahanan (bastion) yang dalam bahasa setempat disebut baluara.

Tiap pintu gerbang (lawa) dan baluara dikawal 4-6 meriam. Jumlah meriam seluruhnya 52 buah. Pada pojok kanan sebelah selatan terdapat godana-oba (gudang mesiu) dan gudang peluru di sebelah kiri.

Letaknya pada puncak bukit yang cukup tinggi dengan lereng yang cukup terjal memungkinkan tempat ini sebagai tempat pertahanan terbaik di zamannya. Benteng ini menunjukkan betapa hebatnya ahli bangunan nenek moyang kita dalam membuat teknologi bangunan untuk pertahanan.

 
5. Si Gale gale: Teknologi Robot tradisional Nusantara
Orang Toba Batak Sumatra utara pada zaman dahulu sudah bisa membuat robot tradisional yang dikenal dengan sebutan si gale-gale. Boneka ini menguasai sistem kompleks tali yang dibuat sedemikian rupa. Melalui tali yang ditarik ulur inilah boneka itu dapat membungkuk dan menggerakan “tangannya” sebagai mana layaknya orang menari.

Menurut cerita, Seorang Raja dari Suku Karo di Samosir membuat patung dari kayu untuk mengenang anak satu-satunya yang meninggal dunia. Patung kayu tersebut dapat menari-nari yang digerakkan oleh beberapa orang. Sigale - gale dimainkan dengan iringan musik tradisional khas Batak.

Boneka yang tingginya mencapai satu setengah meter tersebut diberi kostum tradisional Batak. Bahkan semua gerak-geriknya yang muncul selama pertunjukan menciptakan kesan-kesan dari contoh model manusia.

Kepalanya bisa diputar ke samping kanan dan kiri, mata dan lidahnya dapat bergerak, kedua tangan bergerak seperti tangan-tangan manusia yang menari serta dapat menurunkan badannya lebih rendah seperti jongkok waktu menari.

Si gale-gale merupakan bukti bahwa nenek moyang kita sudah dapat membuat boneka mekanikal atau robot walau dalam bentuk yang sederhana. Robot tersebut diciptakan untuk dapat meniru gerakan manusia.

 
6. Pengindelan Danau Tasikardi, Banten : Kecanggihan Teknologi Penjernihan Air
Nenek moyang kita ternyata sudah mengembangkan teknologi penyaringan air bersih. Sekitar abad ke16-17 Kesultanan Banten telah membangun Bangunan penjernih air untuk menyaring air yang berasal dari Waduk Tasikardi ke Keraton Surosowan.

Proses penjernihannya tergolong sudah maju. Sebelum masuk ke Surosowan, air yang kotor dan keruh dari Tasik Ardi disalurkan dan disaring melalui tiga bangunan bernama Pengindelan Putih, Abang, dan Emas.

Di tiap pengindelan ini, air diproses dengan mengendapkan dan menyaring kotoran. Air selanjutnya mengalir ke Surosowan lewat serangkaian pipa panjang yang terbuat dari tanah liat dengan diameter kurang lebih 40 cm.

Terlihat sekali bahwa pada masa tersebut sudah mampu menguasai teknologi pengolahan air keruh menjadi air layak pakai.

Danau Tasik Ardi sendiri merupakan danau buatan. Sebagai situs sejarah, keberadaan danau ini adalah bukti kegemilangan peradaban Kesultanan Banten pada masa lalu.

Untuk ukuran saat itu, membuat waduk atau danau buatan untuk mengairi areal pertanian dan memenuhi kebutuhan pasokan air bagi penduduk merupakan terobosan yang cemerlang.


7. Karinding: Teknologi pengusir hama dengan gelombang suara
Ternyata nenek moyang dan leluhur kita mempunyai suatu alat musik tiup tradisional yang berfungsi sebagai hiburan sekaligus pengusir hama.

Alat musik dari Sunda ini terbuat dari pelepah kawung atau bambu berukuran 20 x 1 cm yang dipotong menjadi tiga bagian yaitu bagian jarum tempat keluarnya nada (disebut cecet ucing atau ekor kucing), pembatas jarum, dan bagian ujung yang disebut panenggeul (pemukul).

Jika bagian panenggeul dipukul, maka bagian jarum akan bergetar dan ketika dirapatkan ke rongga mulut, maka akan menghasilkan bunyi yang khas.

Alat ini bukan cuma untuk menghibur tapi juga ternyata berfungsi mengusir hama di kebun atau di ladang pertanian. Suara yang dihasilkan oleh karinding ternyata menghasilkan gelombang low decibel yang menyakitkan hama sehingga mereka menjauhi ladang pertanian.

Frekuensi suara yang dikeluarkan oleh alat musik tersebut menyakitkan bagi hama tersebut, atau bisa dikatakan frekuensi suaranya melebihi dari rentang frekuensi suara hama tersebut, sehingga hama tersebut akan panik dan terganggu konsentrasinya.

Kecanggihan Karinding sebagai bukti bahwa nenek moyang kita sejak dulu sudah mampu menciptakan alat yang menghasilkan gelombang suara. Ini adalah alat mengusir hama yang aman bagi lingkungan. Dibutuhkan perhitungan yang teliti untuk menciptakan alat musik seperti itu.

 
8. Rumah Gadang: Arsitektur Rumah Aman Gempa
Para nenek moyang orang Minang ternyata berpikiran futuristik alias jauh maju melampaui zamannya dalam membangun rumah. Konstruksi rumah gadang ternyata telah dirancang untuk menahan gempuran gempa bumi.

Rumah gadang di Sumatera Barat membuktikan ketangguhan rekayasa konstruksi yang memiliki daya lentur dan soliditas saat terjadi guncangan gempa hingga berkekuatan di atas 8 skala richter.

Bentuk rumah gadang membuat Rumah Gadang tetap stabil menerima guncangan dari bumi. Getaran yang datang dari tanah terhadap bangunan terdistribusi ke semua bangunan.

Rumah gadang tidak menggunakan paku sebagai pengikat, tetapi berupa pasak sebagai sambungan membuat bangunan memiliki sifat sangat lentur.

Selain itu kaki atau tiang bangunan bagian bawah tidak pernah menyentuh bumi atau tanah. Tapak tiang dialas dengan batu sandi.

Batu ini berfungsi sebagai peredam getaran gelombang dari tanah, sehingga tidak mempengaruhi bangunan di atasnya. Kalau ada getaran gempa bumi, Rumah Gadang hanya akan berayun atau bergoyang mengikuti gelombang yang ditimbulkan getaran tersebut

Darmansyah, ahli konstruksi dari Lembaga Penanggulangan Bencana Alam, Sumatera Barat menyebutkan, dari sisi ilmu konstruksi bangunan rumah gadang jauh lebih maju setidaknya 300 tahun dibanding konstruksi yang ada di dunia pada zamannya.


9. Tempe: Pemanfaatan bioteknologi untuk makanan
Tempe merupakan hasil bioteknologi sederhana khas Indonesia. Nenek moyang bangsa Indonesia telah menggunakan Rhizopus untuk membuat tempe dari kedelai. Semua ini adalah penggunaan mikroba atau mikroorganisme pada tingkat sel untuk tujuan pangan.

Sebenarnya mengolah kedelai dengan ragi juga dilakukan di negara lain seperti China, Jepang, India, dll. Tetapi yang menggunakan Rhizopus hanya di Indonesia saja. Jadi kemampuan membuat tempe kedelai adalah penemuan orang Indonesia.

Tempe sudah dikenal sejak berabad-abad lalu di Nusantara. Dalam bab 3 dan bab 12 manuskrip Serat Centhini dengan seting Jawa abad ke-16 telah ditemukan kata tempe.

Kini, tempe sudah merambah manca negara, tidak saja karena rasa dan aromanya, namun juga karena kandungan gizinya. Penemuan tempe adalah sumbangan nenek moyang kita pada seni masak dunia.


10. Pranata Mangsa: Sistem penanggalan musim bukti kepandaian ilmu astronomi nenek moyang kita
Seperti kebudayaan-kebudayaan lain di dunia, masyarakat asli Indonesia sudah sejak lama menaruh perhatian pada langit. Pengamatan langit digunakan dalam pertanian dan pelayaran.

Dalam masyarakat Jawa dikenal pranatamangsa, yaitu peramalan musim berdasarkan gejala-gejala alam, dan umumnya berhubungan dengan tata letak bintang di langit.

Menurut Daldjoeni di bukunya Penanggalan Pertanian Jawa Pranata Mangsa, Pranata Mangsa tergolong penemuan brilian. Kompleksitasnya tak kalah bobot dari sistem penanggalan yang ditemukan bangsa Mesir Kuno, China, Maya, dan Burma. Lebih-lebih jika dibandingkan dengan model Farming Almanac ala Amerika, Pranata Mangsa jauh lebih maju.

Meskipun teknologi sudah semakin canggih seperti sekarang ini, penerapan perhitungan pranata mangsa masih relevan. Hal itu dikarenakan nenek moyang kita dulu mempelajari gejala-gejala alam seperti musim hujan/kemarau, musim tanaman berbunga/berbuah, posisi rasi bintang, pengaruh bulan purnama, dan sebagainya. Dengan mempelajari gejala-gejala alam tersebut nenek moyang kita dapat lebih menghargai kelestarian alam.

Sebenarnya masih banyak teknologi-teknologi yang digunakan nenek moyang kita yang tidak dituliskan disini.

Dari penemuan-penemuan itu sebenarnya sejak dulu bangsa Indonesia sudah mampu menguasai teknologi canggih di zamannya maka tidak pantas lah bila kita menyombongkan diri sebagai generasi sekarang bila kita tidak menghargai dan mengapresiasi leluhur kita.

Nenek moyang kita telah berhasil membangun candi-candi yang sangat indah arsitekturnya dan bertahan ratusan tahun.

Nenek moyang kita juga membangun armada laut yang telah mengarungi samudra luas.

Nenek moyang kita juga telah menemukan benda-benda yang tebilang sederhana tapi banyak manfaatnya.

Itu semua bukti bahwa nenek moyang kita sangat cerdas. Penjajahlah yang telah membuat kita lemah dan kurang percaya diri. Karena itu, setelah menjadi bangsa yang merdeka kita harus dapat bangkit kembali untuk mensejajarkan diri dengan bangsa lain yang telah maju. 
 

sumber
ReadFull Article ..

Selasa, 17 Desember 2013

Benarkah Harga BBM Di Indonesia Adalah Yang Termurah



H-2 Sebelum 1 April 2012 dimana pada tanggal tersebut pemerintah akan mengumumkan kenaikan harga bahan Bakar Minyak (BBM) Bersubsidi jenis Premium dari harga Rp.4.500/liter menjadi Rp. 6.000/liter.
Menteri Keuangan, Agus DW Martowardojo mengatakan bahwa harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis premium di Indonesia merupakan harga termurah di kawasan Asia jika dibandingkan dengan harga premium di negara berkembang lainnya.
Beliau membandingkan harga premium di Indonesia yang mempunyai harga Rp. 4.500/liter dengan harga premium di Vietnam yaitu seharga Rp.7.759/liter dan India seharga Rp.12.000/liter.
Berikut daftar harga premium di 10 negara yang dijadikan perbandingan oleh Bapak Agus:
Indonesia : Rp. 4.500/liter
Malaysia : Rp. 5.066/liter
Vietnam : Rp. 7.759/liter
Thailand : Rp. 8.777/liter
Filipina : Rp. 8.451/liter
India : Rp. 9.103/liter
Singapura : Rp. 11.560/liter
Jika pemerintah membandingkan termurah di Asean, memang benar harga premium di Indonesialah yang paling murah. Tapi tidak bisa dibandingkan secara point to point yaitu bukan berarti langsung secara global mengambil perbandingan Premium dengan Premium. Tapi kualitasnya pun perlu dijadikan perbandingan.
Premium yang dijual di Indonesia adalah RON 88, sedangkan negara di kawasan Asia yang menggunakan premium RON 88 itu hanya Indonesia saja. Contoh lain dari negara kawasan Asia terdekat, yaitu Malaysia yang menggunakan Premium RON 95 hanya mengenakan harga premiumnya Rp.5.066/liter.
Mengambil pernyataan yang dikeluarkan Menteri Keuangan tersebut, masyarakat juga banyak menimbulkan bahwa pernyataan pemerintah tersebut bohong. Karena ternyata ada banyak juga negara yang harga bahan bakar premiumnya dibawah dari harga premium Indonesia.
Berikut 10 negara yang diperbandingkan oleh masyarakat, dimana harga bahan bakar premium 10 negara tersebut lebih murah dari Indonesia:
1. United Arab Emirates Rp.4.300/liter
2. Bahrain : Rp.3.159/liter
3. Qatar : Rp.2.575/liter
4. Kuwait : Rp.2.457/liter
5. Libya : Rp.1.636/liter
6. Arab Saudi : Rp.1.404/liter
7. Iran : Rp.1.287/liter
8. Nigeria : Rp.1.170/liter
9. Turkmenistan : Rp.936/liter
10. Venezuela : Rp.585/liter
Dari daftar 10 negara tersebut, Venezuela adalah negara yang mempunyai harga bahan bakar premium paling murah. Mengapa? Hal tersebut dikarenakan subsidi atas bahan bakar dari BUMN minyak Venezuela. PDVSA (PetrĂ³leos de Venezuela S.A.) harus mengeluarkan dana USD 19 miliar setahun untuk mensubsidi bahan bakar. Menurut warga Venezuela, jika minyak habis untuk penggunaan dalam waktu 100 tahun, maka mereka dapat menggunakan hak negara mereka sendiri selama 100 tahun tersebut.
Akibat negatif dari hal tersebut adalah menumpuknya kendaraan bermotor di negara tersebut. Contoh: Di Caracas kurang lebih ada sekitar 1,8 juta kendaraan digunakan hanya untuk 4 juta penduduk. Karena padatnya kendaraan, membuat kecepatan mobil di kota itu hanya 8 km/jam saja. Dengan kata lain secara persentase, jalan umum di Caracas dipenuhi 80% kendaraan yang membawa 20% populasi.

ReadFull Article ..

Minggu, 01 Desember 2013

Proses Pembuatan Kapal Tengker di Indonesia

pertama : bahan2 pelat baja disiapkan

kemudian pelat baja tersebut dicat dasar agar tidak terjadi korosi

setelah smua selesai di cat,, lalu dikumpulkan dan diberi pola untuk nantinya dipotong sesuai dengan ukuran yang telah dibuat oleh desainer nya..
pendek kata kyk mo bkin baju gan,, tp ni kain na dr baja…

ni smua pelat baja yg uda d cat gan..

ni gy di beri pola oleh mesin..

ni alat buat motong baja nya gan…

jgn tnya suhu pemotongan nya gan.. baja aja bisa dibuat kyk motong TAHU!
ni jg alat pemotong yg laen gan..

stelah smua uda dipotong2,, lalu mulai deh disambung2 sesuai dengan polanya.. pake las nyambungnya gan….

semuanya disambung per kompartemen ato per bagian2 nya,, krn kn gede bgt gan.. setelah bagian2 kecilnya selesai dirakit,, lalu bagian tersebut disatukan di tempat yang dinamakan DOK….

ni dy gan ngerjain na di dok..



pada saat pengerjaan di DOK ini lah semua sistem kapal tersebut di pasang..
seperti perpipaan,, dll..


uda mau jadi gan

setelah smua bagian kapal tersebut terpasang,, maka kapal tersebut diturunkan ke air dan di tambat di dermaga..
pengerjaan di dermaga tersebut adalah untuk memasang mesin kapal,, sistem kelistrikan,, generator,, navigasi,, dan pengecatan kapal…

gambar kapal tersebut di pinggir dermaga

stelah semua sistem berhasil dipasang maka saat na pengujian kapal!!
ini lah yang menentukan akan keberhasilan pada saat fabrikasi di atas atau gagal…

uda jadi gan kapal nya..
ditarik keluar dermaga oleg TUG-BOAT..

akhirnya…. stelah smua sistem diuji dan telah mampu bekerja maka telah selesai pembuatan kapal tersebut…

Spoiler for saat nya berlayar!!:

ReadFull Article ..